Ini Tokoh Agama yang Cocok Dampingi Jokowi Melawan Prabowo
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Diusulkannya Ustad Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai kandidat cawapres Prabowo Subianto membuat peluang KH Ma'ruf Amin dan Mahfud MD menanjak sebagai cawapres Joko Widodo.
Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menyebutkan, kandidat lainnya adalah Din Syamsuddin, Tuan Guru Bajang (TGB) Abdul Majdi dan Jimly Asshiddiqie.
"Sebetulnya, nama kelima tokoh itu sudah banyak disebut-sebut memiliki peluang untuk mendampingi Jokowi. Tetapi probabilitas mereka agak terhambat lantaran kandidat lain yang berasal dari unsur parpol," tuturnya.
Sebagai orang non-parpol, lanjut dia, mereka dianggap tidak punya kontribusi dalam soal pengusulan capres-cawapres. Sementara, kandidat dari unsur parpol merasa memiliki modal elektoral untuk mengusung Jokowi.
"Nah, ketika kubu penantang berencana memasang tokoh agama sebagai calon pendamping Prabowo Subianto, maka peluang kelima tokoh untuk mendampingi Jokowi bisa ikut menanjak," jelasnya.
Menurut dia, untuk mengimbangi Ustad Abdul Somad atau Habib Salim dalam merebut suara pemilih muslim, Jokowi memerlukan figur yang juga memiliki pengaruh kuat dikalangan pemilih muslim.
"Jika kriterianya diarahkan pada figur ulama murni, maka nama Kiai Ma'ruf dan nama Pak Din sepertinya pantas dipertimbangkan oleh Jokowi," kata Said.
Figur Kiai Ma'ruf cukup menonjol dikalangan pemilih muslim. Dia sering dijadikan sebagai rujukan oleh para ulama. Dia pimpinan MUI yang menaungi berbagai ormas Islam, sekaligus petinggi di Ormas Nahdlatul Ulama (NU).
"Pak Din juga punya background yang mirip dengan Kiai Ma'ruf. Dia pernah memimpin MUI, juga pernah memimpin Ormas Muhammadiyah," ujar dia.
"Sedikit kelebihan Pak Din dibandingkan Kiai Ma'ruf, mungkin karena dia juga dikenal sebagai seorang intelektual dan berasal dari luar Pulau Jawa," tambah Said.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
