Ini Saran Akademisi untuk Calon Independen!
Wirahadikusumah
BANDARLAMPUNG
”Dalam pilkada Bandarlampung, ketokohan saja tidak cukup untuk memenangkan kontestasi. Itu tidak menjamin. Karena tadi yang saya katakan, masyarakatnya di kota ini tidak homogen seperti Bali,” jelasnya.
Jika ingin menang, terus dia, caden harus kerja keras betul. Terlebih, terdapat dua caden dalam pilkada Bandarlampung.
”Saran saya, caden harus bentuk betul organisasi sampai level bawah dan harus memiliki komunikasi organisasi yang kuat. Strukturnya juga harus sistematis,” pungkasnya.
Sementara, akademisi dari Fisip Universitas Lampung Dr. Arizka Warganegara mengatakan, aturan dalam pendaftaran caden dalam pilkada saat ini lebih ketat. Mulai dari proses verifikasi hingga online data base.
Namun menurutnya, masyarakat harus mengapresiasi dengan kehadiran dua caden di Pilwako Bandarlampung. Sebab, kehadiran keduanya membuat iklim demokrasi di kota ini menjadi baik.
”Dulu, saya salah satu yang ikut mendorong adanya caden dalam pilkada. Tujuannya untuk meretas hegemoni partai yang kala itu terlalu dominan. Apalagi, sebenarnya dari sisi filosofis, keberadaan caden memang diperlukan,” ucapnya.
Namun, bicara peluang caden memenangkan kontestasi di pilkada, Arizka mengaku belum bisa menganalisasnya. Sebab, banyak variable untuk menilainya.
”Saat ini, saya baru bicara di stage adanya caden yang membuat baik iklim demokrasi. Kalau itu tadi next stage. Banyak variable –nya,” ungkapnya.
Sebab, kata dia, semua calon jika ingin memenangkan kontestasi di pilkada, bergantung dari mulai finansial, political network, dan isu.
”Jika bicara peluang, tentu melihat yang saya katakan tadi. Nah, saya belum sampai menganalisa ke arah sana. Pastinya banyak variable yang harus dipikirkan. Termasuk prestasi dan elektabilitas personal,” pungkasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
