Ingin Kalahkan Jokowi, Koalisi Gerindra Disarankan Usung Anies-Gatot
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe, menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tak akan mampu mengalahkan Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Untuk itu, kata Ramses, Prabowo harus mendorong tokoh lain agar keinginan ganti presiden di 2019 bisa terwujud.
"Bila tetap kelompok penantang masih mendorong Prabowo maka kemungkinan hasil Pilpres 2014 kembali terjadi, kecuali mereka menawarkan tokoh lain yang lebih mumpuni untuk menyaingi Jokowi," kata Ramses kepada rilis.id, Rabu (1/8/2018).
Ramses menyebut, tokoh baru yang bisa menandingi elektabilitas dan popularitas Jokowi itu adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Keduanya, ujar Ramses, memiliki potensi mengalahkan Jokowi lantaran bisa terus didongkrak elektabilitas dan popularitasnya.
"Lebih baik Prabowo jadi king maker, yang maju Anies-Gatot. Pasangan ini lebih menjanjikan kalau Pilpres 2014 tak ingin terulang," ujarnya.
Ramses menilai, Anies berpotensi menjadi capres karena bisa bersaing secara elektabilitas dan popularitas dengan Jokowi. Sementara Gatot, lanjut dia, menjadi pendukung logistik dan kekuatan jaringan teritorial yang bisa menggerakkan banyak relawan untuk memenangkan pasangan tersebut.
"Kalau Anies nomor 1 (capres), ada persaingan ketat ketimbang Gatot karena dari aspek popularistas dan elektabilitas Anies lebh unggul," lanjutnya.
Ramses menambahkan, Pilpres 2019 akan lebih sulit tantangannya bila Prabowo memaksa tetap maju sebagai capres. Pasalnya, Jokowi telah membuktikan kinerjanya yang banyak diapresiasi publik.
"Kerja nyata Jokowi tentu menjadi referensi publik. Kondisi ini tentu menyulitkan Prabowo untuk memenangi perang politik ini kalau memaksakan maju," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
