Grace Natalie Sebut Prabowo Bohong soal Caleg Perempuan Terbanyak

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

18 Januari 2019 13:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengklaim Partai Gerindra paling banyak mengusung caleg perempuan hingga mencapai hampir 40 persen. Hal itu disampaikan Prabowo dalam debat Pilpres 2019 kemarin, Kamis (17/1/2019) malam.

Menanggapi itu, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, langsung membantah membantahnya. Menurut Grace, Prabowo telah berbohong di dalam debat tersebut.

"Dia mengklaim partainya paling banyak memiliki caleg perempuan di DPR RI. Data menunjukan PSI adalah partai yang paling banyak caleg perempuannya," kata Grace melalui siaran pers yang diterima rilis.id, Jumat (18/1/2019).

Dia menyebut, caleg perempuan Gerindra di Pemilu 2019 ini berjumlah 209 orang. Sedangkan, lanjut dia, caleg perempuan PSI sebanyak 274 orang.

Jumlah itu, ungkap Grace, adalah berdasarkan data yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. 

"Mohon Pak Prabowo jangan main klaim sepihak. Caleg DPR RI perempuan PSI paling banyak. Bukan caleg Gerindra," tegasnya. 

Sebelumnya, dalam debat Pilpres 2019 putaran pertama, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengklaim Partai Gerindra paling banyak mengusung caleg perempuan hingga mencapai hampir 40 persen.

"Kita punya sayap partai, Perempuan Indonesia Raya dan kita punya caleg perempuan terbanyak, undang-undang mewajibkan 30 persen, kita hampir 40 persen, mungkin tidak sampai 40 (persen) tapi mendekati dan itu tekad kami, kita mengakui ini perjuangan kita belum puas," ungkap Prabowo.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya