Golkar Akui 9 Gubernur Sudah di Tangan
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, meyakini ada 9 pasangan calon yang diusungnya akan memenangkan Pemilihan Gubernur. Hal itu diyakininya setelah memantau langsung proses hitung cepat Pilkada Serentak 2018 di kantor DPD Golkar, Jakarta, Rabu, (27/6/2018).
"Berdasarkan berbagai quick count (hitung cepat) diindikasikan yang diusung Partai Golkar memenangkan pilkada, tentu Partai Golkar mengusung bersama partai-partai lain adalah Sumatera Utara, kemudian yang kedua Lampung, yang ketiga Jawa Tengah, yang keempat Jawa Timur, yang kelima Kalimantan Barat, yang keenam Maluku Utara yang ketujuh Papua, yang kedelapan NTT yang kesembilan Sulawesi Tenggara," kata Airlangga.
Meski begitu, lanjut Airlangga, hasil quick count baru sebatas indikasi. Karena kemenangan pastinya adalah nanti saat real count yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum.
"Pada kesempatan ini kami mengapresiasi pilkada berjalan secara baik dan terima kasih kepada KPU, KPUD, Bawaslu dan koalisi-koalisi partai politik yang mengusung calon bersama Golkar dan juga partispasi masyarakat," ujarnya.
Airlangga mengungkapkan, masih ada dua daerah yang belum diketahui hasil pemenangnya hingga kini. Yakni, lanjutnya, pilkada yang dilakukan di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan.
"Namun patut diketahui bahwa sebetulnya Riau dan Sumatera Selatan baik yang diusung Partai Golkar maupun yang pesaingnya itu semuanya merupakan kader Partai Golkar," ungkap Airlangga.
Menteri Perindustrian itu menilai, kemenangan paslon yang diusung partainya di sejumlah pilkada itu akan menambah semangat untuk bertarung di kontestasi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Kemenangan itu, imbuh dia, menjadi modal kuat dalam melakukan persiapan hingga 2019 mendatang.
"Ini merupakan modal awal masih ada waktu bagi kami untuk bekerja. Tetapi ini bisa dikatakan bagi Partai Golkar merupakan tes event menuju kejuaraan di bulan April tahun depan," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
