Gerindra Bantah Sandi Beri Rp500 Miliar ke PAN-PKS Jadi Cawapres Prabowo

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

9 Agustus 2018 10:56 WIB
Elektoral | Rilis ID
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani (kedua kanan) bersama Ketua DPP PKB Marwan Jafar (kanan), Sudirman Said (kiri), dan Ida Fauziah (kedua kiri). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani (kedua kanan) bersama Ketua DPP PKB Marwan Jafar (kanan), Sudirman Said (kiri), dan Ida Fauziah (kedua kiri). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyatakan bahwa Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp500 miliar. Hal itu untuk memuluskan Sandiaga menjadi calon wakil presiden Prabowo.

"Saya rasa itu tidak benar," kata Muzani di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/9/2018) malam.

Dia mengatakan, apa yang disampaikan Andi Arief bukan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

Menurut dia, produktivitas pembicaraan Gerindra dengan Demokrat sangat baik dan bagus. Sehingga pihaknya akan membicarakan dahulu dengan pimpinan Demokrat.

"Ini kan Andi Arief yang berbicara, bukan SBY, nanti saya cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief mengungkapkan Demokrat menolak kedatangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. 

"Di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar menjadi pilihannya untuk cawapres. Benar-benar jenderal di luar dugaan," kata Andi.

=====
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta M. Taufik menilai pernyataan Andi Arief itu merupakan pendapat pribadi dan yang menentukan masa depan koalisi bukan Andi Arief.

Dia membantah pernyataan Andi Arief kalau Sandiaga memberikan mahar politik kepada PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar.

"Ini kan masing-masing parpol sedang rapat pimpinan, selesai rapat maka hasilnya dibawa," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya