Efek Ekor Jas Prabowo-Gibran, Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP, PKN Berpeluang Lolos ke Senayan
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Lembaga Survei Way Lestari Indonesia mengeluarkan hasil survei elektabilitas partai politik dalam kontestasi Pemilu 2024.
Hasilnya, Partai Gerindra mampu menyalip posisi PDIP di posisi pertama elektabiltas Parpol di Pemilu 2024 dengan persentase 22,41 persen, sedangkan PDIP 16,78 persen.
Direktur Eksekutif Way Lestari Indonesia Iqbal Pandji Putra mengatakan, dari hasil survei nasional yang dilakukan periode awal Februari 2024.
Menunjukkan keunggulan partai Gerindra merupakan dampak dari elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran yang unggul di bandingkan dengan dua pasangan lainnya.
"Pasangan ini merupakan gabungan dua kekuatan yakni masa pendukung Prabowo dan Joko Widodo pada pemilu 2019 lalu," ujarnya Sabtu (10/2/2024).
Iqbal mengatakan, turunya elektabilitas PDIP salah satunya juga adanya pergeseran dukungan pasangan Ganjar-Mahfud ke pasangan Prabowo-Gibran di banyak basis pemilih PDIP khususnya di wilayah Jawa Timur dan Bali.
Selain itu hasil survei ini menunjukkan bahwa efek ekor jas (coat-tail effect) pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) lebih banyak dinikmati oleh PKB (7,54 persen) dibandingkan Nasdem (6,08 persen).
Sementara elektabitalitas partai Demokrat (3,89 persen) semakin menurun di masa injury time dan disusul dengan PPP (3,02 persen).
"Kedua partai ini terancam terdegradasi dari Senayan. Namun lain dengan PSI (3,02 persen) yang semakin mendapatkan dukungan setelah partai ini dipimpin Kaesang," ujarnya.
Sementara itu, untuk partai baru nampak PKN (Partai Kebangkitan Nusantara) (3,01 persen) pimpinan Anas Urbaningrum yang paling banyak diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan partaipartai baru lain.
Elektabilitas Partai Gerindra
Hasil Survei
Lembaga Survei Way Lestari Indonesia
PDIP
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
