Dukung Prabowo-Sandi, APTSI Soroti soal TKA Cina dan Kebijakan Impor
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ribuan alumni dari 115 perguruan tinggi yang tergabung dalam Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) mendeklarasikan dukungannya kepada capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.
Ketua Umum APTSI, Alfian Usman, mengatakan, dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Sandi itu karena pihaknya menginginkan adanya perubahan di Indonesia.
"APTSI tekadkan perubahan harga mati,” katanya dalam acara Deklarasi APTSI mendukung Prabowo-Sandi, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (26/1/2019).
Alumnus ITB itu menuturkan, carut marut kehidupan bangsa Indonesia bukan hal yang mengada-ada dan terjadi hampir di segala bidang kehidupan.
Alfian kemudian menyoroti pemerintah yang membiarkan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina masuk ke Indonesia di saat rakyatnya sendiri kesulitan mendapatkan lapangan kerja. Bahkan, menurutnya, saat ini PHK sedang marak terjadi di Indonesia.
Tak hanya itu, Alfian juga menyoroti soal kebijakan impor yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo.
"Keran impor yang dibuka pemerintah mematikan banyak petani. Tidak aneh bila di Demak petani cabai membuang panen karena masuknya cabai impor.
Begitu juga diskriminasi hukum dan ketidakadilan di mana-mana," ujarnya.
Sementara itu, Sekjen APTSI, Machruf Elrik, mengungkapkan, banyak terjadi ketidakadilan di Indonesia saat ini. Dirinya kemudian mencontohkan soal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diperiksa Bawaslu hanya karena mengacungkan simbol dua jari.
Sementara, lanjut dia, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengacungkan satu jari dalam kesempatan berbeda, dibiarkan begitu saja.
“Karena itu kita perlu perubahan melalui kepemimpinan Prabowo-Sandi yang kuat dan mumpuni,” tegasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
