Dendi: Jangan Sampai Timbul Perpecahan karena Pilkada
Darmansyah Kiki
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Calon Bupati (Cabup) Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan semua lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi karena urusan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini.
Cabup nomor urut 2 itu tidak menginginkan apabila pencalonannya menimbulkan perpecahan antarsuku dan antaragama di Pesawaran.
"Lebih baik saya tidak maju apabila hanya menimbulkan perpecahan dan menimbulkan kerusuhan antar-masyarakat Pesawaran," kata Dendi saat acara pengukuhan Tim Pemenangan Dermawan (Dendi Ramadhona-Marzuki untuk Pesawaran) Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Jumat (23/10/2020).
Menurut Dendi, jabatan bupati hanyalah sebuah amanah dan titipan sementara. Karenanya, ia berjanji akan menjaga amanah tersebut dengan mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
"Tentunya saya dijadikan Tuhan sebagai pemimpin dan didukung masyarakat merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan sepenuhnya demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pesawaran," ungkapnya.
Dendi mengaku selama menjabat sebagai bupati telah berusaha memetakan dan menuntaskan setiap permasalahan di 148 desa di Kabupaten Pesawaran.
Ia pun mengungkapkan alasan mencalonkan kembali melalui perenungan dan pertimbangan yang matang.
"Saya telah memetakan setiap permasalahan desa, dan telah memiliki program yang akan dijalankan untuk pencalonan yang kedua ini. Saya berpikir dan merenung dengan panjang serta pertimbangankan bahwa saya akan menyelesaikan program yang sudah saya canangkan," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Pemenangan Dermawan Desa Trimulyo dan Margorejo, Pujadi menjelaskan Kabupaten Pesawaran masih belum genap 13 tahun sehingga anggaran masih mengandalkan dana pusat.
Sehingga menurutnya, apabila Dermawan yang notabane diusung PDI Perjuangan maka akan mempermudah alokasi dana pusat turun ke daerah.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
