Dedengkot Marhaen Lampung Dukung Ridho Ficardo-Bachtiar Basri

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

20 Juni 2018 16:47 WIB
Elektoral | Rilis ID
Marhaen Menggugat Dukung Ridho-Bachtiar, Begini Tanggapan Yustin Ficardo Tokoh Marhaen Lampung Surono Danu dan Yustin Ficardo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Marhaen Menggugat Dukung Ridho-Bachtiar, Begini Tanggapan Yustin Ficardo Tokoh Marhaen Lampung Surono Danu dan Yustin Ficardo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Tokoh Marhaen Lampung, Surono Danu, bersama Marhaen Menggugat menerbitkan maklumat mendukung pasangan calon nomor urut 1, Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri (Ridho-Bachtiar) di Tugu Adipura, Bandarlampung, Rabu (20/6/2018).

Surono mengatakan, Ridho Ficardo merupakan anak ruhnya. Menurutnya, anak ruh itu punya kekuatan ruh setara anak kandung sehingga ia tidak ingin Ridho merasa tersakiti.

“Anak ruh, yang mana mereka saya tidak mau mereka tersakiti. Oleh karenanya dia mendukung anak ruhnya (Ridho Ficardo),” katanya seperti disitat rilislampung.id.

Pengangkatan cagub petahana itu sebagai anak ruh melalui proses yang panjang. Hanya seorang Surono Danu sendiri yang bisa mengurai kisah Ridho menjadi anak ruh.

“Saya kenal Ridho sejak kecil sejak TK. Dia anak ruh saya, anak ruh yang ke-982 dari 1439 se-Indonesia dengan profesinya masing-masing. Ada dosen, ada petani," urainya.

Istri Ridho Ficardo, Aprilani Yustin Ficardo, mengapresiasi dukungan tokoh Marhaen Lampung itu terhadap suaminya di Pilgub 27 Juni.

“Siapapun yang mendukung kami, kami sangat bersyukur, dan kami mengucapkan terima kasih. Perjuangan kita belum selesai.  Sampai mengawal kemenangan kita di 27 Juni 2018," ujarnya.

Sementara Juru Bicara Marhaen Menggugat, Asyono, menambahkan bahwa pihaknya menggelar Pesta Rakyat “Melestarikan Budaya Desa Menyelamatkan Budaya Bangsa” sebagai pembuktian dukungan mereka kepada Ridho-Bachtiar.

Pesta rakyat ini digelar sekaligus merayakan Haul Bung Karno yang akan diselenggarakan serentak di 200 titik se-Lampung pada 19-21 Juni.

“Bung Karno dalam setiap pidatonya selalu menyampaikan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Jika diartikan lebih luas jangan melupakan Marhaen yakni orang kecil, petani, nelayan, buruh, dan rakyat miskin lainnya. Karena Negara ini dibuat agar mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian secara budaya," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya