Debat Pertama Kurang Menarik, KPU Pantas Disalahkan?

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

21 Januari 2019 08:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, debat perdana Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019 kurang menarik dan terlalu adem ayem. Ia menilai, penyebabnya lantaran adanya bocoron kisi-kisi soal dalam debat.

Karenanya, Jerry mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tak memberikan soal atau jawaban pada pelaksanaan debat selanjutnya. Hal itu, menurutnya, agar debat kedua lebih berkualitas.

“Ini untuk menghindari opini publik serta kita akan menjadi bahan gurauan negara tetangga. Format pada debat pertama bagi saya tak bermutu dan tak berkualitas. Siapa saja bisa melakukannya,” ujar Jerry dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Jerry menegaskan, debat presiden bukan debat bupati atau gubernur. Sehingga, KPU harus membuat pelaksanaan debat yang fantastis dan menarik bukan identik dengan debat rekayasa atau settingan.

“Ini juga menjaga marwah lembaga KPU sendiri. Biar kredibilitasnya tetap terjaga,” Imbuh Jerry.

Jerry pun berharap, debat selanjutnya lebih mengupas substansi permasalahan masyarakat. Khususnya masalah ekonomi.

"Silakan berkreasi tanpa ada pencemaran, fitnah atau hoaks. Publik menunggu isu ekonomi dan pangan dipastikan panas jika tak ada kisi-kisi soal. Isu kartel dan mafia pangan, utang luar negeri, revitalisasi asing, pembangunan infrastruktur, BPJS,  pertumbuhan ekonomi dan impor beras merupakan topik yang hangat dan menarik,” tambahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya