Bunda Eva Minta Warga dan Pendukungnya Awasi Politik Uang
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Politik uang (money politics) telah merusak pemilihan kepala daerah (pilkada) di Lampung. Praktik ini akhirnya gagal menciptakan pemimpin baru yang membela kepentingan rakyat.
Politik uang juga berpotensi terjadi di Pilkada Bandarlampung 2020. Hal ini sudah diketahui beberapa pihak, termasuk Calon Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.
"Bunda mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi dan menangkap semua pelaku politik uang," kata Bunda Eva, sapaan akrabnya saat kampanye di Kelurahan Susunanbaru, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Selasa (13/10/2020).
Dia mengajak seluruh warga masyarakat dan para pendukungnya untuk tidak ragu-ragu menangkap para pelaku politik uang.
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan para pendukung dan warga untuk berpolitik dengan santun dan tidak menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan.
"Jangan justru menghalalkan segala cara menjatuhkan lawan demi kekuasaan. Patuhi aturan dan jangan melakukan politik uang," tegas calon wali kota nomor urut 3 itu.
Pada kesempatan itu, Bunda Eva kembali memastikan bahwa pendidikan dan kesehatan gratis adalah murni program Pemkot Bandarlampung saat ini.
Menurutnya, Pemkot telah mengalokasikan anggaran untuk membiayai pendidikan dan kesehatan gratis di APBD Bandarlampung.
"Program biling (bina lingkungan) pendidikan dan gratis biaya berobat serta mobil ambulans gratis bukan program pemerintah pusat, hanya ada di Bandarlampung," ujarnya.
Namun, Bunda Eva berjanji akan meningkatkan kualitas dan kuantitas semua program kerakyatan jika ia terpilih menjadi wali kota Bandarlampung di Pilkada 9 Desember nanti.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
