Begini Modus Kecurangan di Pilgub Jatim

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

24 April 2018 13:12 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafdiz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafdiz Faza

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, meminta masyarakat waspada terhadap potensi kecurangan yang bisa dilakukan para broker di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Mereka diprediksi menggunakan banyak cara seperti serangan fajar dan intimidasi terhadap calon pemilih, agar kandidat yang didukung menang. 

"Kalau kecurangan kultural, dilakukan oleh para pelaku dan broker politik. Tentu ini butuh pengawasan exstra ordinary dan juga pemberdayaan publik melalui literasi politik berkelanjutan," imbuhnya pria yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Selasa (24/4/2018).

Dia mengatakan, beberapa wilayah menjadi potensi praktik kecurangan, sehingga harus diwaspadai oleh masyarakat maupun penegak hukum.  

Keduanya adalah Madura dan daerah Tapal Kuda yang meliputi Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Dua Zona tersebut berpotensi cukup besar terjadi kecurangan, baik yang struktural maupun kultural. 

"Paling tinggi kecurangan kultural. Tapi, potensi kecurangan yang terstruktur, masif, sistemik maka secara  kecurangan struktural pun besar terjadi. Jadi, dilakukan dengan bekerja sama. Keduanya layak diwaspadai," katanya. 

Sekadar diketahui, ada dua kandidat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Yang pertama adalah Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Nasdem, PPP, PAN, Hanura dan PKPI. Pasangan itu berhadapan dengan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP, PKB, Gerindra, PKS dan Perindo. 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya