Arinal-Nunik Dilaporkan Money Politic, Golkar: Kalau Terbukti Silakan Diproses

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

27 Juni 2018 09:46 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Partai Golkar mengaku terbuka bila ada anggota masyarakat yang menemukan pasangan calon Pilkada Serentak 2018 yang didukung partai berlambang pohon beringin itu melakukan dugaan money politic atau politik uang. 

Termasuk, cagub-cawagub di Pilgub Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) yang dilaporkan lantaran diduga melakukan politik uang.

Namun, kata politikus Golkar, Ahmad Doli Kurnia, anggota masyarakat juga tidak boleh asal lapor tanpa adanya bukti yang jelas. Apalagi, hanya untuk menyebarkan kampanye hitam yang bisa merugikan paslon tersebut. 

"Tentu yang seperi itu (kampanye hitam) akan kami hadapi. Tapi bila memang benar terbukti, silakan saja diproses," kata Doli saat dihubungi rilis.id, Rabu (27/6/2018). 

Golkar, imbuh Doli, telah menegaskan dirinya sebagai partai yang bersih. Dengan begitu, lanjutnya, seluruh kader, jajaran partai dan paslon pilkada yang didukungnya juga harus sejalan dengan upaya tersebut. 

"Itu juga titipan pesan yang juga selalu kami sampaikan kepada seluruh calon pilkada yang kami usung atau dukung," ujarnya.

Doli menegaskan, Golkar telah memberikan arahan dan pesan kepada para paslonnya di Pilkada Serentak 2018 untuk memenangkan kontestasi lima tahunan itu secara beradab. Sehingga pihaknya mempersilakan pihak berwenang untuk memproses bila ada paslonnya yang terbukti melakukan pelanggaran pilkada tersebut. 

"Karena yang bersangkutan itu sama artinya juga menentang arahan partai dan merusak citra Golkar Bersih yang sedang dibangun," tegasnya. 

Sebelumnya, ada temuan dugaan politik uang yang jumlahnya sekitar Rp200 juta di Provinsi Lampung. Uang tersebut kemudian langsung diamankan satuan tugas (satgas) money politic bersama seseorang berinisial J dari rumah yang berada di kawasan Kecamatan Tanjungkarang Barat, Lampung.  Praktik politik uang memang mulai marak. Seperti laporan dari Panitia Pengawas Kabupaten Lampung Tengah (Panwaskab Lamteng). Praktik politik uang itu dilakukan seorang perempuan yang meminta warga Desa Sinar Seputih, Bangunrejo, Lampung Tengah untuk memilih paslon Arinal-Nunik.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya