Apa yang Dilakukan Hanifan Dinilai Telah Dinginkan Suasana Politik
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengapresiasi pesilat peraih medali emas, Hanifan Yudani Kusumah yang merangkul dua kandidat capres yang jadi rival di Pilpres 2019. Yakni Jokowi dan Prabowo.
"Apa yang dilakukan Hanifan telah mampu mendinginkan kondisi politik di Tanah Air menjelang Pilpres 2019," ujar Hendri di Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Hendri pun menilai, kunci untuk mendinginkan iklim politik jelang Pilpres ada di tangan dua kandidat capres. Ia pun berharap suasana dingin ini mampu bertahan hingga terpilihnya presiden periode 2019-2024 mendatang.
"Meski khawatir kubu Jokowi dan Prabowo akan saling klaim keberhasilan masing-masing," katanya.
Saat ini, tambah Hendri, tantangan berat Jokowi dan Prabowo adalah bagaimana keinginan publik atas hubungan baik tetap bisa terjaga.
"Hanya saja, sanggup kah Prabowo dan Jokowi tetap menjaga hubungan mereka mesra seperti ini dan sering tampil bersama di publik?" tandasnya.
Diketahui, Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpelukan di hadapan publik saat gelaran Asian Games 2018, Rabu 29 Agustus 2018. Momentum ini pun disambut baik publik di Tanah Air.
Keduanya berpelukan setelah dirangkul oleh Hanifan Yudani Kusumah, pesilat yang meraih medali emas Asian Games kategori Mens Class C 55 Kg to 60. Kehadiran Prabowo di acara tersebut sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
