Ratusan Petani Geruduk Kantor Bupati Lampung Timur, Tagih Janji Lawan Mafia Tanah
Muklis
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Ratusan petani dari delapan desa di Lampung Timur (Lamtim) menggelar aksi damai di depan kantor bupati setempat, Rabu (21/5/2025).
Aksi yang diikuti sekitar 435 kepala keluarga ini menjadi ungkapan keresahan. Sekaligus, menagih janji politik Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah saat Pilkada lalu terkait persoalan tanah.
Dalam orasinya, Heni, salah satu emak-emak yang mewakili warga, menyampaikan ketidakpuasan dan harapannya agar pemerintah segera menyelesaikan kasus mafia tanah yang mengancam keberlangsungan hidup mereka.
“Kami ingin mengungkapkan keresahan atas tanah yang selama ini kami garap lebih dari 20 tahun. Tanah ini diwariskan dari nenek moyang sebagai hasil perjuangan keluarga dan selama ini jadi sumber penghidupan utama,” kata Heni.
Keresahan muncul saat mengetahui bahwa sertifikat tanah yang selama ini mereka anggap miliknya, ternyata diterbitkan atas nama orang lain.
“Kami tidak pernah diberi tahu tentang pembuatan sertifikat baru ini. Tiba-tiba saja tanah kami terdaftar atas nama orang lain. Ini sangat merugikan kami,” tambah Heni
Kejadian tersebut berlangsung tanpa kejelasan proses selama lebih dari dua tahun, menimbulkan penilaian bahwa ada praktik mafia tanah di baliknya.
Masyarakat mendesak agar bupati dan pihak berwenang segera menindaklanjuti dan mencari solusi yang adil.
“Kami hanya ingin mempertahankan tanah yang menjadi sumber hidup kami. Jangan biarkan kami terus berada dalam ketidakpastian,” tegas Heni.
Mereka berharap keadilan dapat ditegakkan agar hak-hak rakyat terlindungi dan kasus ini diselesaikan dengan serius demi keberlangsungan hidup petani.
Aksi Damai
Lampung Timur
Mafia Tanah
Petani Lampung
KeadilanTanah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
