Provinsi Lampung Sudah Musim Kemarau Tapi Masih Sering Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

1 Juni 2025 12:39 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Provinsi Lampung Sudah Musim Kemarau Tapi Masih Sering Hujan. Foto: BMKG Lampung.
Rilis ID
Provinsi Lampung Sudah Musim Kemarau Tapi Masih Sering Hujan. Foto: BMKG Lampung.

RILISID, Bandar Lampung — Provinsi Lampung sudah mulai memasuki musim kemarau 2025. Tapi dalam beberapa waktu terakhir masih sering turun hujan di beberapa wilayah. Mengapa bisa terjadi?

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memberikan penjelasannya.

BMKG menyebut masuknya musim kemarau di wilayah Lampung tidak seragam langsung untuk semua daerah. Ada yang baru masuk musim kemarau pada bulan Juni, sehingga selama bulan Mei ada beberapa wilayah yang masih berlangsung fase pancaroba.

“Wilayah itu di antaranya sebagian wilayah Pesisir Barat, sebagian besar Lampung Barat, sebagian Way Kanan, sebagian besar Tulang Bawang Barat, sebagian Lampung Utara, sebagian Lampung Tengah, sebagian Mesuji, dan sebagian Tulang bewang,” jelas BMKG Lampung dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6/2025).

Selain karena musim kemarau yang tidak seragam, beberapa hari terakhir terjadi gelombang atmosfer aktif di wilayah Lampung. Di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO) dan juga Gelombang Rossby.

MJO adalah gelombang atmosfer besar yang bergerak dari barat ke timur di sekitar ekuator. Saat fase basahnya melintasi wilayah Indonesia, ia membawa peningkatan uap air dan memicu terbentuknya awan hujan.

Sementara Gelombang Ekuatorial Rossby adalah gelombang yang bisa memperkuat pertumbuhan awan dari arah barat, membuat cuaca tetap basah meski di awal musim kemarau.

“Hal lain yang memberikan suplai pembentukan awan hujan adalah adanya pusat tekanan rendah di sebelah barat Lampung yang mengakibatkan terbentuknya sirkulasi siklonik dan didukung dengan basahnya atmesfer. Hal itu dilihat dari tingginya nilai kelembapan udara di lepisan 700mb dan 500mb,” jelas BMKG.

Hal ini bisa dilihat dengan sebaran hujan selama bulan Mei, dimana hujan banyak terjadi di wilayah Lampung bagian barat, selatan, hingga timur.

“Wilayah ini merupakan wilayah pertemuan arus angin akibat edanya sirkulasi siklonik di sebelah barat Lampung. Dampaknya beberapa kejadian angin kencang dan banjir masih terjadi selama bulan Mei. Salah satu yang paling signifikan adalah banjir di Kota Metro beberapa wektu yang lalu setinggi betis orang dewasa,” tulis BMKG Lampung.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

musim kemarau

musim hujan

pancaroba

cuaca Lampung

BMKG Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya