Lampung Masuk Musim Pancaroba, BMKG Minta Masyarakat Waspada Bencana
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Provinsi Lampung Lampung mulai memasuki musim pancaroba atau peralihan musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini diprediksi akan terjadi hingga bulan Mei 2025.
Untuk itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini bencana alam akibat dampak pancaroba.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Raden Intan Lampung, Rudi Harianto mengatakan dampak dari peralihan musim idi antaranya hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, dan bahkan hujan es.
“Prediksi awal musim kemarau dasarian III April hingga II Juni. Artinya, fase pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau akan terjadi sekitar Maret hingga Mei 2025,” kata Rudi Harianto dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).
Selama peralihan itu, kata Rudi, sering kali diiringi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
"Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan petir," ujarnya.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir maupun longsor, penting untuk tetap waspada dan memastikan saluran air tidak tersumbat guna mengurangi risiko genangan.
Selain cuaca ekstrem, dampak peralihan cuaca juga bisa menimbulkan penyakit flu dan memunculkan hama tanaman.
Maka masyarakat yang bekerja sebagai petani juga diimbau untuk bisa mengantisipasi hama yang muncul para perubahan cuaca ini.
"Bagi para petani juga perlu mewaspadai kemunculan hama tanaman seperti wereng dan ulat yang cenderung meningkat saat musim pancaroba. Selain itu, penyakit-penyakit umum menyerang manusia seperti flu, batuk-batuk dan sebagainya," tutupnya. (*)
BMKG Lampung
cuaca ekstrem
musim pancaroba
Rudi Harianto
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
