Konflik Universitas Malahayati Memanas, Kapolresta Bandar Lampung: Selain Mahasiswa dan Security Dilarang Masuk!
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Kombes Pol Jakob Tilukay menambahkan ia sudah 4 hari berupaya meredam agar tak terjadi bentrok yang dapat mengganggu kamtibmas di Bandar Lampung.
“Kalau mau jujur ini sudah 4 hari saya berupaya, dinamika di lapangankan saya tidak bisa kontrol. Jadi silakanlah masing-masing mengklaim supaya aman,” tutupnya.
Ketegangan yang terjadi di universitas berbasis kesehatan itu memang sudah lama terjadi karena konflik internal keluarga.
Kini konflik itu makin panas karena kubu Rusli Bintang baru saja mengangkat rektor baru yaitu Achmad Farich yang berujung pada pengerahan massa dan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.
Situasi di kampus tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga aparat kepolisian bersiaga untuk mencegah bentrok. Personel gabungan pun diterjunkan dari Brimob Polda Lampung dua peleton, dan juga jajaran Polresta.
Ketegangan itu pun berdampak besar pada mahasiswa. Gubernur BEM Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, Agung Berlian, menyatakan sekitar 7.500 mahasiswa merasa terganggu dengan konflik keluarga tersebut.
"Kami mahasiswa menyuarakan perwakilan 7.500 mahasiswa yang terancam. Kasihan mereka itu tulang punggung keluarga untuk memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.
Ia pun menyesalkan konflik keluarga yang kini masuk ke ranah akademik. "Kami ingin belajar dengan tenang. Akses ke rumah sakit terganggu, kampus juga tidak kondusif," katanya.
Agung menegaskan, mahasiswa tetap netral dan hanya ingin situasi kampus kembali aman. "Kami tegak lurus, kami ingin belajar karena selama ini terganggu dengan konflik keluarga tersebut," tukasnya. (*)
Universitas Malahayati
Rusli Bintang
Rosnati Syech
Malahayati
Muhamad Kadafi
Kapolresta Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
