Putusnya Jembatan Way Pemerihan, Pemkab Pesibar dan Balai Besar TNBBS Sepakat Percepat Perbaikan
Riki Saputra
Pesisir Barat
RILISID, Pesisir Barat — Akibat putusnya jembatan Way Pemerihan di Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), membuat akses warga di Pekon Way Haru dan Sumber Rejo, harus menggunakan rakit
Atas peristiwa tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesibar Tedi Zadmiko, bersama jajaran Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Senin (14/10/2025).
Tedi Zadmiko menegaskan, Pemkab Pesibar akan berupaya melakukan penanganan cepat terhadap kondisi jembatan yang rusak parah akibat tingginya luapan air sungai.
Menurutnya, upaya koordinasi dan komunikasi telah dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati, sehingga persoalan Jembatan Way Pemerihan segera mendapatkan solusi yang konkrit.
“Ini bagian dari langkah lanjutan yang sebelumnya telah kami lakukan dan kami tidak ingin persoalan ini terus berlarut-larut,” ujar Pj Sekkab.
Tedi menambahkan, posisi jembatan yang berada dalam kawasan konservasi, menjadikan proses perbaikan memerlukan koordinasi khusus dengan pihak Balai Besar TNBBS.
"Pemkab Pesibar melalui OPD teknis akan segera mengirimkan desain pembangunan jembatan kepada pihak Balai Besar TNBBS, agar ini cepat ditindaklanjuti penerbitan izin pembangunannya," imbuh Tedi Zadmiko.
Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah I Semaka Balai Besar TNBBS Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh rencana pembangunan jembatan oleh Pemkab Pesibar.
Namun demikian, Hermawan menekankan pentingnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar hukum yang harus disepakati terlebih dahulu.
"Ini agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan peraturan konservasi yang berlaku," kata Hermawan. (*)
Jembatan Putus
Way Pemerihan
Bangkunat
Pesibar
Balai Besar TNBBS
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
