Dokter Billy Rosan Minta Maaf, Sebut Soal Alat Medis Itu Opsi
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Sandi juga menilai ganjal karena Sebelumnya dokter itu bilang alat itu harus segera dipesan karena butuh proses sekitar 10hari setelah pemesanan. Namun setelah uang ditransfer besoknya alatnya langsung ada secepat itu datang.
“Diperlihatkan alat yang dimaksud dengan kotak yang kondisinya sudah nggak sempurna, di sudut wadah kotak tampak penyok seperti kemasan yang lama tersimpan. Operasi dilakukan Jam 10.00 WIB dan selesai sekitar pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.
Sayangnya saat alat tersebut sudah terpasang, kondisi sang anak memburuk. Dokter yang menurutnya rajin membalas pesan WhatsApp akhirnya tidak membalas kembali.
"Bahkan pesan WhatsApp saya malam saja baru dibalas paginya, saat anak saya sudah meninggal," lanjutnya.
Melihat kondisi ini, Sandi berharap kejadian seperti ini menjadi Pelajaran agar palayanan di RSUDAM bisa dibenahi. Dia juga mempertanyakan laku dokter yang jual beli alat medis untuk operasi kepada pasien. (*)
Dr. Billy rosan
rsudam
bayi alesha
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
