Disebut Mandul dan Sebatang Kara oleh Diduga ASN Lambar, Penulis Novel Ika Natassa Colek Bupati Parosil
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Penulis novel kenamaan Ika Natassa mendapatkan perlakuan kurang mengenakkan di sosial media. Salah satu postingan yang ia unggah di akun X mengenai keluarga justru mendapat cibiran dari netizen yang menyebutnya mandul dan sebatang kara.
Dalam postingan di akun X yang ia unggah, ia memposting sebuah tulisan berupa "yg kepikiran nikah in this economy ... salut sih dgn keberaniannya. not gonna be an easy ride unless you're born with money," tulisnya.
Sayangnya ada akun dengan nama @Dragladiator memberikan komentar tak mengenakan untuk dirinya.
"Mentang-mentang lu mandul dan sbatang kara bukan berarti orang lain harus ga punya keluarga kayak lu," tulis @Dragladiator yang setelah diketahui bernama Wirdan Rafi.
Ika pun menelusuri latar belakang Wirdan Rafi yang diketahui merupakan ASN di Unit Kerja Pengadaan Barang Dan Jasa Lampung Barat.
Ika pun mengunggah komentar tersebut pada akun Instagram miliknya @ikanatassa. Dirinya bahkan mencolek akun media sosial Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, @parosilmabsus.
"Assalamualaikum, Pakcik @parosilmabsus. Social media memberi kita ruang untuk terkoneksi bahkan menemukan banyak ilmu dan berdiskusi. Sayangnya, masih ada saja orang yang memperlakukannya dengan tidak bijak, bahkan tak terpuji.
Hari ini, sebuah akun dengan nama Wirdan Rafi menyampaikan ucapan ini ke saya (dapat dilihat di slide 1). Pernyataannya kasar, tidak benar dan misleading, dan tidak dapat saya terima karena menihilkan keberadaan orangtua saya yang amat saya cintai. Hasil penelusuran mempertemukan saya dengan akun @wirdan.rafi yang dari bionya berdinas di @ukpbjlambar (ada di slide 2).
Atas penelusuran tersebut, apakah benar Sdr. Wirdan Rafi ini adalah pegawai di instansi UKPBJ Lampung Barat @ukpbjlambar dan apakah benar ini akun social media-nya?
Jika benar, saya mohon bantuan Pakcik untuk dapat membina pegawai dimaksud atas etika social medianya yang tidak beradab. Sebagai ASN, tentunya harus mampu berperilaku dan berkata-kata bukan hanya dengan cerdas, namun juga baik. Tidak ikhlas rasanya uang pajak kita dipakai untuk menggaji ASN dengan perilaku yang pantas disebut tercela dan jauh dari cerdas.
Ika Natassa
penulis novel
asn lambar
bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
