Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Purworejo, Ken Setiawan: Sudah Terpapar Radikal Sejak Kuliah
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Orang tuanya lalu mengungsi karena kerap mendapatkan kekrasan fisik dan ancaman pembunuhan.
“AF dulu sempat membuat surat wasiat dan berniat akan berangkat keluar negeri berjuang bersama jaringannya untuk menegakan Daulah Islam, tembok rumahnya juga pernah dicat dan ditulis kalimat tauhid La ila hailallah,” jelas Ken Setiawan.
Karena perlakuan dan tingkah laku AF semakin memburuk, akhirnya keluarga menghubungi Hotline NII Crisis Center melalui Kepala Kesbangpol Purworejo agar membantu memangani AF agar kembali normal.
“Karena nyaris tak ada yang bisa berkomunikasi dengan AF pada saat itu, anaknya emosian, jika uangnya habis dan tidak diijinkan berangkat keluar negeri pasti minta ke orang tua sambil marah marah dan ngamuk-ngamuk,” ungkapnya.
Setelah ditangani Oleh Ken Setiawan, sikap AF mulai berubah lunak. Mau berkomunikasi dan minta maaf dengan keluarganya jika apa yang dilakukannya salah.
Supaya ada aktifitas kegiatan dan tidak menyendiri lagi, AF dibawa keluarga ke Sumatera ikut bekerja beserta pamannya.
Namun ternyata pemahaman radikal setelah beberapa tahun kambuh lagi dan akhirnya terdengar kabar telah ditangkap oleh tim Densus 88.
Atas kejadian itu, Ken Setiawan mengajak masyarakat untuk waspada, peduli dengan mengawasi jika ada indikasi yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Ia meminta agar segera melapor ke pihak berwenang untuk mencegah aksi teror yang dapat merusak keamanan dan ketenteraman masyarakat.
"Masyarakat untuk tetap waspada, mengingat beberapa hari terakhir tim Densus 88 intens mengamankan sejumlah pemuda yang berafiliasi dengan jaringan teroris yang berperan dalam penyebaran ideologi ekstrem baik langsung maupun melalui media sosial," beber anggota FKPT Lampung itu.
terorisme
Densus 88
Terduga teroris
Ken Setiawan
paham radikal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
