Stasiun KAI Jadi Jalur Alternatif selama PPKM, per Kendaraan Diminta Sukarela Rp2 Ribu
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Penutupan jalan selama penerapan PPKM di Bandarlampung membuat masyarakat mencari jalur alternatif.
Salah satunya, Jalan Dipo, Tanjungkarang Pusat dan ke luar melalui Stasiun KAI Tanjungkarang.
Berdasar pantauan Rilisidlampung, Minggu (5/9/2021), terdapat beberapa orang yang menunggu pengendara roda empat untuk menawarkan jalur pintas melalui jalur tersebut.
Terlihat mereka menggiring kendaraan untuk menuju Jalan Raden Intan melalui Stasiun KAI Tanjungkarang.
Terkait biaya, tidak ada paksaan untuk membayar. Begitu pun di pintu ke luar Stasiun KAI hanya membayar Rp2 ribu per kendaraan.
Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih, mengatakan bahwa itu adalah inisiatif warga di sekitar Jalan Dipo.
Ia mengungkapkan, jalur ini merupakan jalan yang biasa dilalui bus Damri untuk menunggu penumpang dengan tujuan Pulau Jawa.
Saat dikonfirmasi terkait banyaknya warga menjadikan jalur alternatif tersebut, Jaka menyatakan itu merupakan kewenangan perusahaan mitra KAI.
"Bukan KAI yang kelola tetapi anak perusahaan yaitu KAI Service yang sudah mengontrak pengelolaan lahan parkir tersebut," tutup dia. (*)
Jalur Alternatif
Stasiun KAI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
