Potret GOR Saburai yang Kini Rata dengan Tanah
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— GOR Saburai kini tinggal kenangan. Bangunan bersejarah itu telah diruntuhkan secara total dan rata dengan tanah.
Gedung bernama lengkap Gelanggang Olahraga Sang Bumi Ruwa Jurai ini sudah tak berwujud lagi. Sejumlah alat berat secara kompak merontokkan tiang-tiang bangunan dari berbagai sisi.
Dari pantauan Rilis.id pada Rabu (5/7/2023) sebanyak 4 alat berat masih terus menghancurkan sisa-sisa reruntuhan bangunan.
Proses penghancuran gedung yang pernah menjadi ikon olahraga Lampung ini pun cukup memekakkan telinga. Berdiri sekitar 50an meter dari lokasi GOR Saburai, suara dari alat-alat berat Hydraulic Breaker atau Crusher ini masih sangat terasa.
Selain itu, penghancuran sisa-sisa bangunan ini juga membuat area di sekitar GOR ikut bergetar karena kuatnya hentakan dari alat bert. Termasuk pagar dan tenda-tenda yang berdiri di sekitar area yang akan dibangun Masjid Raya Al-Bakrie Lampung itu.
Seluruh area ini memang telah ditutup seng keliling setinggi hampir 3 meter. Dari area GOR Saburai hingga RTH Taman Gajah yang dulu selalu ramai dikunjungi warga.
GOR Saburai memang sudah sangat melekat menjadi ikon olahraga. Dibangun sejak tahun 1977 silam, GOR ini selalu menjadi tempat untuk kegiatan berbagai cabang olahraga. Mulai dari futsal, basket, karate, taekwondo dan berbagai cabor lainnya.
Selain tempat berlatih dan bertanding, GOR ini juga sebagai kantor dari beberapa pengurus cabor. Mulai dari Forki, Pertina, TI, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Tak melulu soal olahraga, gedung ini juga kerap kali dipakai untuk kegiatan musik, kesenian dan budaya serta kegiatan lainnya. Tak heran, GOR Saburai pada masanya menjadi salah satu tempat favorit untuk berkumpul.
Letaknya memang sangat strategis. Berada di kawasan Enggal yang tak jauh dari ikon Kota Bandar Lampung, yakni Tugu Adipura atau dikenal dengan Bundaran Gajah.
GOR Saburai
Masjid Raya Al-Bakrie
Land Clearing
Sport Center
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
