Kepala BNN RI: Lampung Wilayah Transit Narkoba, Urutan ke-3 Kawasan Rawan Terbanyak Nasional
Pandu Satria
Bandarlampung
Ia melanjutkan jika safari ke Provinsi Lampung merupakan kunjungan kerjanya ke provinsi terakhir dalam rangka meningkatkan ketahanan dan kesadaran serta perlawanan masyarakat terhadap narkotika.
"Saya safari terakhir di Lampung sekarang. Ini adalah provinsi terakhir yang saya kunjungi dalam rangka meningkatkan ketahanan dan bagaimana perlawanan dari masyarakat sebenarnya terhadap bahaya narkoba," ucapnya.
Selain itu, terhadap keberhasilan pengungkapan narkoba di Lampung, Petrus mengapresiasi Kapolda Lampung.
"Karena ini menunjukkan komitmen Kapolda Lampung Irjen. Helmy Santika. Bagaimana kita war on drugs, terus serang jaringan narkotika. Semoga kita bisa meminimalisir peredaran narkoba," katanya.
Jug terhadap para pengguna narkoba, Petrus juga berharap bisa direhab dan disembuhkan sehingga bisa ikut juga berpartisipasi dalam mencegah narkoba dengan pengalaman yang dimiliki sebelumnya.
Hal ini merupakan amanat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo agar secara extra ordinary melakukan langkah perang terhadap narkoba juga dalam rehabilitasinya.
"Dari Presiden Joko widodo, ini jelas perintahnya dan merupakan tindak lanjut dari saya selaku kepala BNN RI untuk bersama sama oleh pemerintah daerah untuk melaksanakannya," katanya.
Sementara itu, Petrus juga mengungkapkan sederet prestasi BNN RI dari barang bukti narkotika yang disita adalah Tahun 2021 yaitu Sabu 3,313 ton, ganja 4,6 ton, ekstasi 191.575 butir, ganja basah 110,5 ton, lahan ganja 50,5 hektar.
Tahun 2022, Sabu 1,902 ton, ganja 1,06 ton, ekstasi 262.789 butir, ganja basah 152,8 ton dan lahan ganja 63,9 hektar.
Kemudian Tahun 2023, sabu 1,261 ton, ganja 1,262 ton, ekstasi 353.923 butir, ganja basah 72,8 ton dan lahan ganja 144,4 hektar.
BNN RI
Lampung
Narkoba
Polda Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
