Kepala BNN RI: Lampung Wilayah Transit Narkoba, Urutan ke-3 Kawasan Rawan Terbanyak Nasional

Pandu Satria

Pandu Satria

Bandarlampung

18 Oktober 2023 17:56 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Kapolda Lampung, Kepala BNN RI dan Gubernur. Foto : Pandu
Rilis ID
Kapolda Lampung, Kepala BNN RI dan Gubernur. Foto : Pandu

RILISID, Bandarlampung — Provinsi Lampung adalah tempat transit Narkoba. Mulai dari ganja dari Aceh hingga sabu (methaphetamine) dari Asia Tenggara dan menjadi provinsi dengan posisi ke-3 dengan kawasan rawan terbanyak se-Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen. Pol. Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, dalam acara Dialog Interaktif kepemudaan di Swissbell Hotel, Rabu (18/10/2023).

Kegiatan yang masih dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala BNN ke Bumi Ruwa Jurai itu, dihadiri Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Kapolda, Irjen. Pol. Helmy Santika dan jajaran Forkompimda setempat. 

Dipilihnya Provinsi Lampung sebagai penyelenggaraan Dialog Pemuda Nusantara oleh BNN kali ini adalah karena berdasarkan data Indonesia Drug Report 2023.

"Ada 8.002 kawasan rawan khusus secara Nasional, di Provinsi Lampung tercatat memiliki 874 kawasan rawan dan menempati urutan ke-3 di indonesia dengan kawasan rawan terbanyak setelah Sumatera Utara dan Jawa Timur," jelas Kepala BNN RI.

Dalam acara tersebut, Petrus Reinhard Golose mengatakan jika saat ini BNN telah memetakan ribuan persebaran kawasan rawan narkotika kategori waspada dan bahaya.  Selain itu, mengungkapkan berbagai prestasi penangkapan narkotika oleh BNN RI di Lampung.

Lebih jauh Petrus menjelaskan posisi Lampung sebagai tempat transit atau lewat lalulintas narkoba baik lokal maupun jaringan internasional. Meski banyak pengungkapan besar di wilayah gerbang Sumatera ini baik oleh Polda maupun BNN.

"Kita tahu bersama bahwa Lampung adalah tempat lewat. Sehingga banyak pengungkapan (narkoba) tapi sebenarnya bukan tempat distibusi dari pada narkotika. Karena Lampung ini adalah jalur lintasan narkotika khususnya ganja yang berasal dari Aceh, kemudian sabu dari Myanmar, yang juga asal dari golden treasure-nya," katanya.

Masih kata Petrus, dalam penanggulangan narkotika, BNN adalah leading institusi. Akan tetapi, harus terus dan tetap bekerjasama terutama dengan Pemda, Polisi dan TNI. 

"Ini (institusi) harus kita kompakkan. Juga saya lihat bagaimana para pemuda Lampung punya semangat kebangsaan yang ditunjukkan, kita bisa mengeliminir pengedaran narkotika," ujarnya.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Juan Santoso Situmeang
Tag :

BNN RI

Lampung

Narkoba

Polda Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya