Kejahatan Naik di 2023, Kapolda: Bukan Lampung Tak Aman, tapi Kami Kerja Maksimal
Pandu Satria
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Angka kejahatan konvensional di Lampung selama tahun 2023 naik 24,5 persen dibanding 2022. Dari 9.289 perkara menjadi 12.313 kasus.
Namun, Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika menegaskan peningkatan ini bukan karena Lampung tidak aman. Tapi, karena pihaknya yang bekerja maksimal.
Dalam pers rilis akhir tahun di Mapolda Lampung, Jumat (29/12/2023), Kapolda menjelaskan, peningkatan tersebut menyebabkan ungkap kasus juga naik.
"Dari 5.432 di tahun 2022 menjadi 8.097 pada 2023. Hal sama untuk penyelesaian kasus, dari 2.665 jadi 5.423," ungkapnya.
Kasus menonjol pun menunjukkan kenaikan. Misalnya, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dari 6 di 2022 menjadi 9 kasus di 2023.
Sementara, angka penyelesaian di 2022 ada 7 kasus karena ditambah perkara pada tahun sebelumnya. Untuk 2023 seluruh kasus diselesaikan semua.
Tren kenaikan terjadi pula di kasus penyalahgunaan senjata api, dari 28 menjadi 124. Dengan penyelesaian kasus dari 31 menjadi 139, ditambah dengan tahun sebelumnya.
Adapun kejahatan orientasi gender dan kelompok rentan dari 360 kasus menjadi 966 dengan penyelesaian dari 251 menjadi 670.
Kejahatan jalanan 5.339 menjadi 7.552 kasus dengan penyelesaian 2.821 menjadi 8.882.
Kejahatan bidang pertanahan dari 118 menjadi 121 dengan pengungkapan 64 menjadi 92.
Polda Lampung
2023
Helmy Santika
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
