Januari 2022, Galeri Sejarah Santa Maria Metro Dikerjakan
lampung@rilis.id
Metro
Ancila menjelaskan sejak hari pertama donasi ini dibuka sudah lebih dari 15 orang dan lembaga yang menyatakan akan ikut mendukung.
“Tidak hanya dari individu-individu tapi ada beberapa dari organisais seperti PKKPHAM FH Unila, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Metro,” tambahnya.
Ancila menambahkan 25 orang donatur pertama ini nantinya akan tercatat dalam memorabilia display sebagai apresiasi atas dukungannya terhadap pelestarian cagar budaya, pengembangan literasi, dan destinasi wisata sejarah di Kota Metro.
Health Tourism dan Walking Tour
Febri dari Metro Walking Tour menyambut baik rencana pengerjaan Galeri Sejarah Santa Maria tersebut.
“Ini bukan hanya meningkatkan literasi sejarah semata, tapi juga menambah destinasi wisata Metro Historical Tour yang terus dikembangkan,” ungkapnya.
Ketua IDI Metro, dr. Agung yang juga terlibat dalam kepanitiaan menjelaskan, berbeda dengan RIS yang diniatkan sejak awal sebagai display informasi sejarah, galeri ini sejak awal telah ditujukan untuk menjadi mini museum yang menampilkan barang-barang keseharan bersejarah.
"Seperti alat-alat kesehatan di masa lampau. Dengan demikian generasi hari ini bisa mendapatkan pelajaran khususnya di bidang kesehatan," ungkapnya.
Menurutnya Klinik Santa Maria adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan dan perkembangan sejarah kesehatan di Kota Metro.
Santa Maria Metro
RIS metro
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
