Dugaan Pengeroyokan Oknum Dua Instansi, KNPI Desak Wali Kota Evaluasi Pegawai
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oknum dua instansi di Pemkot Bandarlampung tengah menjadi pusat perhatian.
Komite Nasional Pemuda Indonesa (KNPI) Bandarlampung pun ikut menyoroti.
Sekretaris KNPI Bandarlampung Een Riansah mengatakan, Wali Kota Eva Dwiana harus menindak tegas oknum pegawai yang melakukan kekerasan terhadap warga.
"Kekerasan itu merupakan bentuk kesewenang-wenangan pegawai. Kepala BPBD (dan Disdukcapil) harus aktif mengawasi kinerja jajaran," ungkapnya melalui pesan tertulis, Senin (6/9/2021).
Een meminta wali kota melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh pegawai dan menekankan untuk bekerja secara profesional dan berprikemanusiaan.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum-oknum tersebut. Harapannya, tidak ada lagi peristiwa serupa ke depan.
"Tugas harus dilakukan secara profesional. Penegakan prokes sangat penting di tengah pandemi, tapi harus dengan cara humanis," tandasnya.
Diketahui, puluhan oknum BPBD diduga mengeroyok pedagang di depan kantor instansi tersebut.
Gara-garanya, oknum BPBD menegur pedagang yang tak memakai masker ini sehingga akhirnya berbuah keributan.
Kasus mirip-mirip sebelumnya terjadi di Disdukcapil. Seorang warga yang mengurus Kartu Keluarga (KK) diduga dikeroyok hingga babak belur. (*)
Pengeroyokan
BPBD
Bandarlampung
KNPI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
