Bukan cuma Sekali, Korban Peluru Nyasar Dengar Dua Suara Tembakan
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Bagus Sri Rama (25), warga Kedamaian, Tanjungkarang Timur (TkT), yang terkena peluru nyasar, bekerja sebagai pengrajin mebel.
Saat tertembak Senin (20/3/2023) malam, dia hendak pulang ke rumah usai mengantar pesanan lemari di Metro bersama ayahnya, Sudarisman (52).
Bibi korban, Lindawati (48), warga Jl KH Mas Mansyur, Rawa Laut, Enggal, menjelaskan kakaknya, Sudarisman membonceng korban dengan sepeda motor.
"Mereka berdua tinggal di Kedamaian. Namun kerjanya di rumah saya sebagai pengrajin karena tidak punya halaman," bebernya, Selasa (21/3/2023).
Korban dan ayahnya pergi mengantar pesanan lemari ke Metro, Senin siang dengan mobil sewaan. Setelah kembali, mereka pulang dan berboncengan.
Keduanya melewati rumah dinas wakil gubernur (wagub) di Jl Prof M Yamin, Rawa Laut (baca: Tawuran di Dekat Rumah Dinas Wagub, Satu Orang Kena Peluru Nyasar).
Namun, Sudarisman yang mengemudikan sepeda motor berbalik arah karena melihat di kejauhan sedang terjadi tawuran yang melibatkan puluhan orang.
Begitu sampai di depan rumah dinas Kanwil Kemenkumham Lampung Jl KS Tubun, terdengar dua kali suara tembakan.
Korban kemudian menepuk pundak ayahnya dan berkata bahwa dirinya tertembak di paha kiri.
Rumah dinas wagub
tawuran di bandarlampung
geng motor
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
