Arinal dan Riana Salat Id di Lapangan Saburai, Ini Pesan Iduladha 1444 H

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

29 Juni 2023 14:38 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

Mukri menambahkan bahwa nilai toleransi dari ibadah kurban juga bisa terlihat dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan umat Islam dengan berbagi rezeki pada orang lain.

Kata dia, daging hewan kurban dibagikan kepada orang lain. Baik kepada umat Islam maupun agama lain. Dengan kuatnya hubungan sosial kemasyarakatan dan kuatnya tali persaudaraan tanpa melihat suku, bangsa, dan agama, maka sikap toleransi bisa tumbuh subur.

"Inilah sebuah bukti bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil’alamin, yang sejalan dengan semboyan negara kita Bhineka Tunggal Ika," tuturnya.

Toleransi menjadi salah satu nilai penting yang bisa dipetik dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih di tengah kebhinekaan yang ada di Lampung, nilai-nilai toleransi sangat penting untuk diperkuat untuk mewujudkan kerukunan dan kedamaian. Kondisi ini akan berimbas positif pada keberlangsungan dan keberhasilan pembangunan.

Keragaman dan perbedaan suku, bahasa, budaya termasuk perbedaan pandangan dari setiap manusia merupakan sebuah keniscayaan dan sudah menjadi sunnatullah.

Namun keragaman yang ada ini tidak boleh menjadi sumber konflik dengan munculnya sikap intoleran, tidak menghargai, dan senang menyalahkan orang lain.

Justru sebaliknya, keragaman yang ada ini harus mampu diolah dengan baik sehingga mampu menjadi sebuah kekayaan sosial yang semakin memperindah suasana dan membawa kemaslahatan bagi semua.

"Sebagai umat dari agama yang rahmatan lil’alamin dan menjadi mayoritas di negeri ini, kita harus mampu menunjukkan kekompakan dan persatuan serta tidak tercerai-berai sehingga akan berdampak pada persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Mukri.

Jelang tahun politik 2024, tambah Mukri, perbedaan pilihan menjadi suatu kepastian. Namun menurutnya, jangan sampai memunculkan polarisasi di tengah masyarakat dengan saling mengejek, melakukan provokasi, ujaran kebencian, dan menyebar hoaks.

"Kita juga harus menghindari penggunaan politik identitas, terlebih identitas agama untuk kepentingan politik praktis. Kita harus menjadikan agama sebagai solusi dari berbagai permasalahan, bukan menjadikan agama sebagai sumber konflik dan masalah," ucapnya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Arinal dan Riana Salat Id di Lapangan Saburai

Ini Pesan Iduladha 1444 H

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya