14 Pekerja Dirumahkan, PLTU Sebalang Digeruduk Massa FSPMI Lampung
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ia menyatakan semua pekerja itu asli warga Sebalang, Desa Tarahan dan sudah bekerja di vendor sebelumnya.
Erick pun mengapresiasi langkah Polri yang memediasi para pekerja dengan PLTU Sebalang. Sayangnya dari pertemuan ini belum ada hasil.
Untuk itu, Erick menegaskan pihaknya akan kembali melakukan aksi jika pada Kamis depan belum ada kejelasan dari pihak PLTU.
“Hasilnya tentu belum final karena pihak PLN sendiri pejabat tertinggi alasannay masih di Jakarta. Yang menerima kami tadi Pak Guntur Asmen engineering. Dia berjanji minta batas sampai Kamis. Kalau Kamis tidak dapat diperkerjakan, kami akan melakukan aksi,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pertemuan itu, pihak DPRD dan Disnaker Lamsel turut mendorong agar seluruh pekerja yang dirumahkan itu bisa kembali bekerja.
“Intinya dari semua organ itu mendukung dan mengimbau agar 14 itu dipekerjakan kembali. Kalau soal kompetensi mereka sudah terbentuk bertahun-tahun. Apa lagi yang diragukan?” tanya Erick.
Sementara Kepala Desa Tarahan, Hairul mengatakan dari pertemuan hari ini memang belum ada kejelasan, karena pihak PLTU mengaku masih harus berkonsultasi dengan atasannya.
“Intinya saya ikut memperjuangkan warga saya untuk bisa bekerja lagi. Karena mereka dulu saya yang memasukkannya, tapi sebatas kemampuan saya sebagai kepala desa,” ujar Hairul.
PLTU Sebalang
FSPMI Lampung
pekerja dirumahkan
PLN Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
