Tuntut Perikanan Berkelanjutan, Nelayan Tradisional Lamteng Temui DPRD

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Lampung Tengah

21 Oktober 2025 12:40 WIB
Daerah | Rilis ID
Nelayan tradisional di pesisir Lamteng saat audiensi dengan DPRD. Foto: istimewa
Rilis ID
Nelayan tradisional di pesisir Lamteng saat audiensi dengan DPRD. Foto: istimewa

RILISID, Lampung Tengah — Menyampaikan aspirasi untuk memperkuat sinergi dengan para penentu kebijakan dalam upaya mewujudkan pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan di Pesisir Timur Lampung, para nelayan tradisional menemui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Mereka yang tergabung di Forum Komunikasi Nelayan Tradisional Provinsi Lampung (Forkom Nettral) terdiri dari Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), didampingi tim dari Mitra Bentala.

Ketua Forkom Nettral Lamteng Edy Alamsyah mengatakan, forum dibentuk untuk memperjuangkan aspirasi nelayan, meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya laut, dan menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan, khususnya rajungan.

Audiensi bersama DPRD menurutnya sangat penting untuk membuka ruang komunikasi dua arah antara nelayan dan pemerintah daerah, terutama dalam hal adanya kebijakan dari Amerika Serikat (AS) terkait larangan ekspor rajungan yang ditangkap dengan alat tangkap jaring insang (Gillnet).

Saat ini nelayan rajungan menghadapi adanya isu larangan ekspor rajungan ke AS terutama rajungan yang dijaring dengan menggunakan jaring Gillnet. 

"Mayoritas nelayan rajungan yang kita dampingi saat ini menangkap menggunakan jaring dan jika kebijakan ini berlaku tentu saja dapat berdampak pada pendapatan ekonomi keluarga nelayan rajungan," ujar Edy Alamsyah, Selasa (21/10/2025)

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga menyampaikan sejumlah isu yang dihadapi nelayan di lapangan antara lain terkait keterbatasan sarana penangkapan ramah lingkungan, pencemaran sungai sering terjadi, fluktuasi harga hasil tangkapan hingga minimnya akses nelayan terhadap dukungan kebijakan dan fasilitas pasca panen.

Fitri dari kelompok ibu-ibu berharap ada kebijakan yang dapat mendorong dan membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, baik dalam hal perizinan, distribusi hasil produksi, maupun peningkatan kapasitas pengolahan.

Direktur Mitra Bentala Rizani menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPRD khususnya Komisi II yang menaungi persoalan nelayan.

"Kedatangan kami untuk membangun komunikasi dan mendorong terkait perikanan berkelanjutan," kata Rizani.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Perikanan berkelanjutan

Nelayan tradisional

audensi

pesisir Lamteng

DPRD Lamteng

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya