TNI AL Jadikan Lampung Daerah Budidaya Kedelai untuk Dukung Ketahanan Pangan
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — TNI Angkatan Laut (AL) menjadikan Lampung menjadi salah satu daerah budidaya kedelai untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya kedelai, yang hingga kini masih menjadi komoditas impor utama di Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, selain Lampung, daerah yang juga jadi tempat budidaya kedelai yaitu Pasirangin Bogor
Menurutnya, saat ini Indonesia masih mengimpor kedelai, terutama dari Amerika Serikat. Ketergantungan ini memicu perhatian pemerintah, termasuk TNI AL, untuk mencari solusi mandiri.
"Saat ini untuk kedelai kita masih impor, dan dari program Bapak Presiden RI untuk ketahanan pangan maka kedelai jangan sampai lagi impor. Kalau ini sukses kita tidak akan lagi mengimpor kedelai," ujar Laksamana Ali dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025).
Diketahui, TNI AL telah membudidayakan kedelai di lahan seluas 1,5 hektare di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
Pada Kamis (8/5) KSAL bersama perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian PPN/Bappenas, serta Forkopimda Provinsi Banten melakukan panen simbolis kedelai varietas Migo AL.1-89.
Sebanyak 4,4 ton kedelai telah ditanam sejak 7 Februari 2025 oleh TNI AL bersama lembaga terkait.
Keberhasilan panen ini menjadi indikator positif bahwa program ketahanan pangan di wilayah Lanal Banten berjalan baik dan berpotensi diperluas.
KSAL menyebut TNI AL telah menyusun strategi swasembada kedelai hingga 3 tahun ke depan. Strategi ini mencakup penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, dan pelatihan teknis bagi petani.
kedelai
ketahanan pangan
TNI AL
KSAL
Laksamana Muhammad Ali
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
