Surutnya Danau Asam di Suoh Lambar, Faktor Alam atau Kepentingan Lahan?
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Permukaan air Danau Asam di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), terus menyusut dalam beberapa bulan terakhir.
Garis air yang sebelumnya hampir menyentuh titian dermaga kini mundur beberapa meter.
Tanah retak dan lumpur mengering membentang di tepian, menghadirkan lanskap yang tak biasa bagi danau vulkanik tersebut.
Pada akhir bulan Desember 2025 lalu, permukaan air masih tinggi dan menjadi latar favorit wisatawan dan perahu-perahu kecil bebas bersandar di bibir danau.
Kini bebatuan yang dulu terendam mulai muncul ke permukaan dengan pasir terlihat jelas di tepian, pemandangan yang sebelumnya nyaris tak pernah tampak.
Danau Asam merupakan satu dari tiga danau vulkanik di kawasan Suoh, selain Danau Lebar dan Danau Blibis.
Ketiganya berada dalam satu bentang alam yang juga dikenal dengan destinasi panas bumi seperti Kawah Nirwarna dan menjadi ikon geowisata Lambar.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, penyusutan debit air dinilai tidak lazim.
Sejumlah perahu kecil yang biasa mengapung kini terjebak di lumpur dangkal dan berubah menjadi daratan baru.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut penyusutan air bukan semata akibat musim kemarau.
DanauAsam
Suoh
LampungBarat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
