Sampah di Pesisir Sukaraja Terus Menumpuk, DLH: Stop Buang Sampah ke Kali
Sulaiman
bandar lampung
RILISID, bandar lampung — Meskipun aksi gotong royong masif telah dilakukan masyarakat, relawan, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, tumpukan sampah di pesisir Pantai Sukaraja masih terlihat menumpuk. Sampah tersebut didominasi material hanyutan dari laut yang terbawa arus deras ke daratan.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menegaskan bahwa penanganan sampah di kawasan tersebut merupakan agenda rutin dan menjadi prioritas harian.
“Untuk Pantai Sukaraja, kami setiap hari melalui UPT melakukan pengangkutan,” ujar Yusnadi, Selasa (4/11/2025).
Ia memastikan tim DLH terus bekerja maksimal mengelola volume sampah yang masuk ke pesisir. Selain itu, DLH juga tengah menyiapkan program Bersih Sampah Sungai sebagai langkah penanganan dari hulu untuk mengurangi kiriman sampah ke laut.
Yusnadi menegaskan persoalan sampah, khususnya yang berasal dari aliran sungai dan perairan, tidak bisa hanya ditangani pemerintah.
“Tanpa kesadaran masyarakat, masalah sampah tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
DLH telah berulang kali melakukan sosialisasi melalui camat, lurah, dan pamong agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kebiasaan itu disebut menjadi penyebab utama derasnya volume sampah yang hanyut ke pantai setiap kali terjadi pasang atau arus kuat.
Ia juga mengingatkan dampak serius dari tumpukan sampah, terutama saat cuaca tidak menentu. Sampah yang menyumbat aliran air berpotensi memicu banjir di musim hujan.
Di wilayah Panjang dan Sukaraja saja, volume sampah harian telah mencapai 50–70 ton, sementara total sampah Kota Bandar Lampung berada di kisaran 700 ton per hari.
Di akhir keterangannya, Yusnadi kembali mengajak warga untuk ikut berperan melalui langkah sederhana namun berdampak besar.
sampah laut
bandar lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
