Ratusan OB dan Cleaning Service RSUD Abdul Moeloek Demo Tuntut Honor, Direktur: Itu Kelalaian Pihak Ketiga
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Ratusan office boy (OB) dan cleaning service yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Bandar Lampung demo menuntut honor pada Senin 3 Maret 2025.
Belakang diketahui, pegawai tersebut berstatus outsourcing dan dibawah pihak ketiga yang melibatkan dua perusahaan penyedia jasa tenaga kebersihan, yakni PT. Artha Sarana Cemerlang (ASC) dengan 74 pekerja dan PT. Gemilang Mulia Sarana (GMS) dengan 76 pekerja.
Pegawai kebersihan ini menuntut agar gaji mereka dibayar sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 2025 sebesar Rp2.893.000 per bulan.
Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura mengatakan pada Rabu 5 Maret 2025 bahwa hal tersebut merupakan Kelalaian pihak ketiga.
"Itu kelalaian pihak ketiga, bukan rumah sakit. Mereka itu mengasukan pada rumah sakit atas perlakukan pihak ketiga yang tidak bisa memenuhi kewajibannya," katanya.
Dengan demikian, pihaknya akan mengevaluasi atas adanya kejadian ini. Karena hal ini menjadi perhatian serius pihaknya mengingat dalam tiga tahun belum pernah ada keluhan tersebut.
"Ini akan kami tindaklanjuti secara serius. Karena selama tiga tahun terakhir Juga belum pernah terjadi," katanya.
Lukman mengatakan sudah mengkomunikasikan dengan penyedia jasa, hanya perlakukannya tidak sesuai pada tenaga kerja.
Lukman mengatakan persoalan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian dalam perlakuan terhadap petugas kebersihan yang merupakan tenaga kerja yang sangat penting dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit.
"Jika seperti ini, maka bagaimana kita bisa menghasilkan pelayanan rumah sakit yang lebih baik, bersih, dan berkualitas jika penyedia jasa justru tidak mendukung hal tersebut?," sambungnya.
RSUDAM
rumah sakit Abdul Moeloek
ob
cleaning service
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
