Pertamina Pakai Minyak Jelantah Jadi Bahan Biofuel
Juan Santoso Situmeang
Jakarta
Hasilnya, program itu membantu industri penerbangan mengurangi emisi hingga 84% dibandingkan dengan bahan bakar jet konvensional.
Di kesempatan yang sama, Noovoleum, salah satu perusahaan pengelola minyak jelantah yang dipilih sebagai mitra Pertamina Patra Niaga menyambut baik program tersebut.
CEO Noovoleum, Philippe Micone berharap kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dapat mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan ekonomi melalui limbah minyak jelantah.
"Program ini bukan hanya memperluas akses bagi masyarakat. Tapi mengedukasi warga mengetahui manfaat ekonomi langsung bagi individu maupun komunitas," katanya.
Terakhir, penyetoran jelantah ke titik kumpul juga sebagai gambaran kontribusi masyarakat terhadap pengadaan energi terbarukan dan mendukung Negara dalam gerakan berkelanjutan.
Sedangkan salah satu anak perusahaan Pertamina yakni PT. Kilang Pertamina Internasional (KPI) sudah menyiapkan diri dalam pengembangan bisnis bahan bakar hijau (green fuel).
Dimana kilang minyak Cilacap menjadi pengolah minyak jelantah (UCO) dengan kapasitas 6000 barel/hari.
Kemudian diolah menjadi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan Sustainable Aviation Fuel (SAF). (*)
Minyak jelantah
Pertamina
biofuel
Energi Baru Terbarukan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
