Pertamina Pakai Minyak Jelantah Jadi Bahan Biofuel
Juan Santoso Situmeang
Jakarta
RILISID, Jakarta — Program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) terus dilakukan di Indonesia. Setelah komitmen menggunakan Crude palm oil (CPO) untuk biodiesel dengan komposisi sampai 40 persen atau B40, kali ini Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan Negara di bidang bahan bakar minyak (BBM), meluncurkan program green Movement Used Cooking (UCO) yakni menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar.
Hal itu disampaikan Pertamina dalam rilisnya, Minggu (22/12/2024).
Pertamina Patra Niaga sebagai bagian bisnis perusahaan plat merah itu menyatakan jika program itu adalah upaya mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) .
Selain itu, sebagai upaya pengurangan emisi karbon dikutip saat acara MyPertamina Fair Show 2024 di Istora Senayan Jakarta.
Teknis pelaksanaan program tersebut, Pertamina Patra Niaga akan mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat di RS Pertamina dan sejumlah SPBU yang ditunjuk.
Saat ini akan diujicoba di Jabodetabek dan Bandung.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengatakan program UCO itu mengajak masyarakat untuk menyetorkan minyak jelantah untuk didaur ulang menjadi bahan baku biofuel.
Program Green Movement UCO sendiri merupakan pilot project yang akan berlangsung selama setahun kedepan. Kemudian dievaluasi berkelanjutan untuk kedepannya akan ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Sedangkan dampak pertambahan ekonomi masyarakat dengan menyetorkan minyak jelantah akan memperoleh imbalan berupa saldo e-wallet mulai dari Rp6.000/liter.
Sejauh ini, Pertamina Patra Niaga sendiri sudah menggunakan UCO menjadi bahan baku sustainable pada produk avtur (bahan bakar pesawat) untuk menjadi produk Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Minyak jelantah
Pertamina
biofuel
Energi Baru Terbarukan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
