Perambah di TNBBS Lampung Barat Tembus 26.000 Hektare, Sekincau dan Suoh Terparah
Arya Besari
Lampung Barat
Berdasarkan data pengelola kawasan, perambahan tersebut melibatkan sekitar 13.000 kepala keluarga (KK).
Sebagian besar lahan yang dibuka kemudian dialihfungsikan menjadi perkebunan kopi yang kini mendominasi lanskap di sejumlah wilayah taman nasional.
“Hampir seluruh kawasan yang dirambah dialihkan menjadi kebun kopi. Ini menjadi tantangan besar dalam upaya pemulihan ekosistem hutan,” ujarnya.
Dalam upaya pengendalian, pengelola TNBBS mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif, dengan mengajak seluruh pihak bersama-sama melakukan pemulihan ekosistem di kawasan perambahan,” ujar San Andre.
Pemulihan ekosistem dinilai penting untuk mencegah dua dampak utama akibat perambahan hutan, yakni konflik satwa liar dengan manusia serta meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Sebagai bagian dari rehabilitasi, TNBBS bersama Dinas Kehutanan Lambar mendorong penanaman kembali di kawasan rawan perambahan.
Pada Desember 2025, penanaman dilakukan di dua lokasi, masing-masing seluas 25 hektare di Talang Sunda dan 25 hektare di Tembelang.
“Upaya kami tidak hanya penanaman kembali, tetapi juga sosialisasi. Targetnya adalah kawasan-kawasan yang selama ini mengalami perambahan,” kata San Andre.
Ia berharap masyarakat yang sebelumnya terlibat perambahan dapat dilibatkan langsung dalam kegiatan rehabilitasi.
TNBBS
Lampung Barat
Perambah Hutan
Bukit Barisan Selatan
Krisis Hutan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
