Pemprov Lampung Gelontorkan Rp44,6 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Lampura
Rimadani Eka Mareta
Lampung Utara
Selain SDM, Mirza menyoroti pentingnya penguatan struktur ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing produk lokal.
"Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para petani," katanya.
Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang baik dinilai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
Pada 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 79,79 persen, sementara jalan Kabupaten Lampung Utara sebesar 46,67 persen. Khusus ruas jalan provinsi sepanjang 156,328 kilometer di Lampung Utara, tingkat kemantapannya mencapai 93,58 persen.
"Kondisi ini harus terus kita tingkatkan agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Mirza.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan desa, Rp40,52 miliar untuk perbaikan 5,39 kilometer jalan provinsi, serta Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara dengan total anggaran Rp44,6 Miliar.
"Kami berkomitmen terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Dalam mendukung pembangunan desa, Pemprov Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju untuk memberikan nilai tambah dan memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut pada Tahun 2026 ini, untuk seluruh kabupaten/kota. Di antaranya, penyediaan Pupuk Organik Cair (POC), mesin dryer dan pelatihan vokasi.
"Program Desaku Maju kami hadirkan untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan produktif," ujarnya.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
lampung utara
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
