Dagangan Ludes! Pasar Murah di Desa Pematang Kalianda Diserbu Warga
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel), kembali menggelar pasar murah di Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Jumat (07/03/25).
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga setempat yang dibuktikan dengan habisnya seluruh stok bahan pokok yang disediakan dalam waktu singkat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamsel Hendra Jaya menyatakan, pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama bulan Ramadan.
"Pasar murah ini adalah langkah nyata pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap daya beli masyarakat tetap stabil dan perekonomian daerah tetap terjaga," ujar Hendra Jaya.
Pada pasar murah kali ini, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, serta cabai merah dan cabai rawit tersedia dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Seorang warga Desa Pematang, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini.
"Harga sembako di sini jauh lebih murah dibanding di pasaran. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan," ungkapnya.
Pemkab Lampung Selatan menggandeng berbagai perusahaan dan UMKM dalam penyelenggaraan pasar murah ini, termasuk PT Bulog Lampung Selatan, PT Sungai Budi Group, CV Bumi Waras, PT Pusat Perdagangan Indonesia, PTPN, Pertamina, PT Domus, serta PT Sinar Mas.
Keberhasilan pasar murah di Desa Pematang ini menandai pentingnya kegiatan serupa diadakan di lokasi lainnya guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah berencana melanjutkan kegiatan ini di beberapa titik lain di wilayah Lamsel. (*)
Pasar Murah
Disperindag Lamsel
Lampung Selatan
Ramadhan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
