Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa, Parosil: Gubernur dan Forkopimda Jadi Teladan Demokrasi
Anton Suryadi
Daerah
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, tidak tinggal diam.
Ia secara proaktif membuka ruang dialog dengan mengundang perwakilan demonstran untuk berdiskusi lebih lanjut di dalam gedung.
“Kami mengundang perwakilan untuk masuk berdialog agar aspirasi ini benar-benar tersampaikan,” tutur Giri Akbar.
Salah satu mahasiswa perwakilan dari Universitas Lampung, Saputra, mengaku sangat menghargai langkah dialogis yang diambil oleh para pemimpin daerah.
“Kami senang aspirasi kami didengar. Kami datang dengan damai, dan ternyata disambut dengan dialog terbuka. Ini contoh baik untuk demokrasi,” ujar Saputra dengan wajah berseri.
Dukungan juga datang dari masyarakat dan pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi.
Mereka merasa lega dan mengapresiasi karena aksi unjuk rasa berlangsung tanpa menimbulkan kericuhan atau mengganggu aktivitas ekonomi.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sepuluh tuntutan utama kepada pemerintah.
Beberapa di antaranya adalah pengesahan RUU Perampasan Aset yang dinilai crucial untuk pemberantasan korupsi.
Kemudian, pemangkasan tunjangan dan gaji anggota DPR yang dinilai tidak proporsional dengan kondisi perekonomian rakyat.
Lambar
Parosil Mabsus
Apresiasi
Aksi Damai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
