Penjualan Bendera di Pringsewu Dikeluhkan Pedagang, Ini Penyebabnya!
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, geliat pedagang musiman seperti bendera merah putih dan umbul-umbul mulai tampak di sepanjang ruas lintas Barat (Jalinbar) Sumatera yang ada di Kabupaten Pringsewu.
Untuk tahun ini, pedagang bendera harus menghadapi kenyataan pahit yang diakibatkan omzet penjualan menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang Randi (39) warga Bandar Lampung yang sudah empat tahun berjualan bendera dan umbul-umbul mengaku, dulu dalam sehari bisa laku Rp400-500 ribu dalam sehari.
"Sekarang turun jauh dibandingkan tahun lalu," ujarnya saat ditemui di kawasan Kelurahan Fajarisuk, Kecamatan Pringsewu, Jumat (1/8/2025).
Menurutnya, ia sudah lebih dari seminggu berjualan dan dua hari lalu tidak satu lembar bendera pun terjual.
Menurut Randi tren belanja masyarakat yang kini beralih ke platform digital menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang konvensional seperti dirinya.
Meskipun begitu, ia tetap berusaha bertahan dan berharap ada pembeli menjelang pertengahan bulan Agustus.
“Semoga mendekati tanggal 17 nanti mulai ramai. Soalnya bendera ini kan simbol semangat kemerdekaan, mudah-mudahan orang-orang tetap antusias menyambutnya,” imbuh Rendi.
Fenomena yang dialami Rendi juga menimpa pedagang musiman lainnya di Pringsewu, mereka mengaku mengalami penurunan omzet, meski lokasinya berada di titik strategis. (*)
Pringsewu
pedagang musiman
bendara merah putih
sepi pembeli
17 Agustus
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
