Penjualan Bendera di Pringsewu Dikeluhkan Pedagang, Ini Penyebabnya!

Yuda Haryono

Yuda Haryono

Pringsewu

1 Agustus 2025 15:24 WIB
Daerah | Rilis ID
Randi Salah satu pedagang bendera di jalinbar Pringsewu foto yuda
Rilis ID
Randi Salah satu pedagang bendera di jalinbar Pringsewu foto yuda

RILISID, Pringsewu — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, geliat pedagang musiman seperti bendera merah putih dan umbul-umbul mulai tampak di sepanjang ruas lintas Barat (Jalinbar) Sumatera yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Untuk tahun ini, pedagang bendera harus menghadapi kenyataan pahit yang diakibatkan omzet penjualan menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang Randi (39) warga Bandar Lampung yang sudah empat tahun berjualan bendera dan umbul-umbul mengaku, dulu dalam sehari bisa laku Rp400-500 ribu dalam sehari.

"Sekarang turun jauh dibandingkan tahun lalu," ujarnya saat ditemui di kawasan Kelurahan Fajarisuk, Kecamatan Pringsewu, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, ia sudah lebih dari seminggu berjualan dan dua hari lalu tidak satu lembar bendera pun terjual.

Menurut Randi  tren belanja masyarakat yang kini beralih ke platform digital menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang konvensional seperti dirinya.

Meskipun begitu, ia tetap berusaha bertahan dan berharap ada pembeli menjelang pertengahan bulan Agustus.

“Semoga mendekati tanggal 17 nanti mulai ramai. Soalnya bendera ini kan simbol semangat kemerdekaan, mudah-mudahan orang-orang tetap antusias menyambutnya,” imbuh Rendi.

Fenomena yang dialami Rendi juga menimpa  pedagang musiman lainnya di Pringsewu, mereka mengaku mengalami penurunan omzet, meski lokasinya berada di titik strategis. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Pringsewu

pedagang musiman

bendara merah putih

sepi pembeli

17 Agustus

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya