Kelola Lingkungan Libatkan Masyarakat Lokal, Taman Kehati Galih Batin Terima Apresiasi

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Tanggamus

8 Mei 2025 12:16 WIB
Daerah | Rilis ID
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menyerahkan penghargaan pengelolaan lingkungan Taman Kohati Galih Batin. Foto Istimewa
Rilis ID
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menyerahkan penghargaan pengelolaan lingkungan Taman Kohati Galih Batin. Foto Istimewa

RILISID, Tanggamus — Upaya pelestarian lingkungan hidup dengan melibatkan masyarakat lokal di Kabupaten Tanggamus, menerima apresiasi tinggi di ajang Lampung CSR Award 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersamaan dengan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung di Auditorium Bank Indonesia, Rabu (7/5/2025).

Ogja Ajitio Koordinator Program Mitra Bentala mengatakan, pihaknya dipercaya mengelola Taman Kehati Galih Batin seluas 3,2 hektare bersama masyarakat di Kecamatan Kota Agung Timur, sebagai upaya program perlindungan keanekaragaman hayati.

Taman Kehati Galih Batin saat ini telah berfungsi sebagai ruang edukasi, wisata alam, dan konservasi flora-fauna langka serta menjadi lokasi Sekolah Alam untuk anak-anak.

Taman yang juga melindungi bunga Rafflesia Arnoldi, menjadi tempat pelatihan pengelolaan ekowisata dan pengembangan inovasi pertanian ramah lingkungan, seperti pestisida nabati dan pupuk cair dari mikroorganisme lokal.

Di sisi lain, konservasi air berbasis masyarakat dilakukan melalui program Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL) yang difokuskan di empat desa dampingan.

Warga pun dilibatkan dalam kegiatan agroforestri, penanaman lebih dari 13.000 pohon, dan pembangunan 560 rorak sebagai solusi sederhana mencegah erosi dan limpasan air.

"Program ini untuk memperkuat kapasitas petani melalui edukasi konservasi berbasis data spasial dan perhitungan karbon," kata Koordinator Mitra Bentala, Kamis (8/5/2025).

Atas diterimanya penghargaan tersebut, Ogja Ajitio mengaku hal itu merupakan wujud keberhasilan masyarakat, sehingga kolaborasi membuktikan perubahan bisa dimulai dari komunitas.

"Dengan dukungan dan partisipasi lintas pihak, program konservasi di Tanggamus menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, tetapi kekuatan kolektif yang lahir dari komunitas itu sendiri," pungkas Ogya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Pengelolaan lingkungan

Masyarakat lokal

Taman Kohati Galih Batin

Kota Agung Timur

Tanggamus

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya