Kekuhan Jadi Alarm Bencana, Bupati Parosil: Potensi Baru bagi UMKM Lokal
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus resmi menetapkan kentongan bambu (Kekuhan) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal, Kamis (12/2/2026).
Peresmian dilakukan di SMPN 1 Liwa dan ditandai dengan pemukulan Kekuhan oleh Bupati Parosil dan diikuti para tamu undangan.
Penetapan Kekuhan bukan tanpa alasan, Parosil menilai alat tradisional tersebut memiliki nilai historis sekaligus fungsi sosial yang kuat di tengah masyarakat Lampung Barat.
“Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat untuk menyampaikan berita penting, termasuk penanda waktu ibadah,” kata Parosil.
Menurut dia, meski teknologi komunikasi semakin modern, kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan.
Justru, di daerah rawan bencana seperti Lampung Barat, alat sederhana seperti kentongan dinilai tetap relevan sebagai media penyampai informasi darurat.
Lampung Barat diketahui memiliki kontur wilayah perbukitan dan dilalui Sesar Semangko, sehingga berpotensi mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan longsor.
Dalam kondisi tertentu, jaringan komunikasi modern bisa saja terganggu.
“Kekuhan merupakan alat tradisional yang bisa digunakan dalam situasi apa pun. Jika terjadi bencana dapat menjadi sarana cepat memberi informasi agar tidak terjadi korban jiwa,” imbuhnya.
Selain sebagai alarm dan simbol kearifan lokal, Parosil menyebut Kekuhan juga memiliki potensi ekonomi.
KekuhanLampungBarat
ParosilMabsus
KabupatenTangguhBencana
UMKMLokalBangkit
KearifanLokal
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
