Ini Arti Nama Muli Sikop dan Puspa, Dua Bayi Harimau Sumatera yang Lahir di Lembah Hijau

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

22 Mei 2026 13:09 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung

"Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Menurut Mirza, lahirnya dua anak harimau dari induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki menjadi simbol keberhasilan konservasi dan ketulusan para perawat satwa dalam menjaga satwa langka.

"Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia," ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap alam dan satwa liar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengatakan ancaman terhadap Harimau Sumatera hingga kini masih sangat tinggi, terutama akibat pemasangan jerat di kawasan hutan.

Menurutnya, kedua induk harimau yang kini dirawat di Lembah Hijau merupakan satwa hasil penyelamatan setelah terkena jerat, baik yang dipasang pemburu maupun jerat untuk babi hutan.

"Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan," ujarnya.

Satyawan menegaskan Lampung masih menjadi salah satu habitat penting bagi Harimau Sumatera sehingga diperlukan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi memasang jerat liar di kawasan hutan.

Ia mengatakan keberhasilan konservasi Harimau Sumatera nantinya dapat dilihat dari pertumbuhan populasi di habitat alaminya. Namun demikian, upaya pelestarian juga harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

"Harimau harus tetap bisa berkembang biak dengan baik di habitat yang masih utuh dan minim aktivitas manusia, sehingga keseimbangan antara kelestarian satwa dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," katanya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Harimau sumatera

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

kelahiran harimau sumatera

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya