Ancaman Serius! Pemkab Lambar Wujudkan Pengelolaan Sampah
Anton Suryadi
Daerah
"Penyelesaian permasalahan sampah ini harus dimulai dari awal tempat sampah itu berada, jadi harus ada pemilahan sampah yang dimulai dari tingkat RT/RW, agar kedepannya sampah-sampah yang masuk ke TPA adalah sampah yang memang benar-benar tidak bisa kita manfaatkan lagi," ujar Pirwan.
Di tahun 2025 ini, Kabupaten Lambar belum bisa mengelola sampah dengan sempurna, akan tetapi target minimal tercapai yaitu sampah ada ditempatnya, bukan tempat sampah ada dimana-mana..
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Lambar Sugeng Raharjo mengatakan, sampah merupakan masalah isu yang signifikan dalam konteks lingkungan, terutama di kalangan masyarakat.
"Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan efektif dan teratur, maka masalah tersebut dapat menyebabkan dampak negatif pada kualitas lingkungan secara keseluruhan," tuturnya.
Salah satu dampak yang mungkin timbul adalah kerusakan ekosistem, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat.
"Kabupaten Lambar merupakan salah satu daerah yang terus berupaya melakukan penanganan sampah. Produksi sampah yang dihasilkan tercatat sebanyak 35,4 ton per hari," kata Sugeng Raharjo.
Banyaknya timbunan sampah, dikatakan Sugeng Raharjo tidak semua dapat tertangani.
Hanya sebanyak 15.034,04 ton/tahun atau sebesar 32,54 persen timbunan sampah yang dapat ditangani. Sedangkan target Nasional tahun 2029 sampah terkelola 100 persen.
"Saya berharap, semua pemangku kepentingan bersama-sama merumuskan kebijakan yang berkelanjutan, strategi yang efektif, menetapkan standar kualitas baru, dan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk Pengelolaan sampah yang lebih inovatif," harap Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Lambar. (*)
Lampung Barat
Persoalan Sampah
FGD
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
