Bunda Eva Geram Oknum RT Salah Gunakan Program Berobat Gratis
Sulaiman
bandar lampung
RILISID, bandar lampung — Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan kekecewaan mendalam setelah mengetahui adanya oknum ketua RT yang diduga menyalahgunakan program berobat gratis milik Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan memasukkan warga luar daerah sebagai penerima manfaat.
“Ada tiga orang warga Kabupaten Pesawaran yang ikut menikmati program berobat gratis Pemkot Bandarlampung karena dibantu RT-nya. Ini jelas tidak benar,” tegas Bunda Eva.
Eva menegaskan bahwa fasilitas berobat gratis yang disediakan Pemkot khusus untuk warga yang memiliki KTP Bandar Lampung. Ia menilai tindakan oknum RT tersebut bukan hanya melampaui kewenangan, tetapi juga merugikan warga kota yang seharusnya berhak atas layanan tersebut.
“Setiap pemerintahan punya tanggung jawab masing-masing. Mereka (warga luar kota) kan punya bupati, bukan tanggung jawab kita. Ke depan tidak boleh lagi seperti ini. Kalau masih ada RT yang terbukti melanggar, Bunda akan tindak!” ujarnya.
Eva meminta seluruh ketua RT di Bandar Lampung untuk lebih teliti dalam memverifikasi data warganya, terutama terkait domisili dan status kependudukan.
“Kita tidak bisa sembarangan memberi fasilitas. Banyak warga pendatang yang hanya ngekos atau tinggal sementara. Tolong dicek benar-benar, jangan sampai salah data,” kata Eva dengan nada kesal.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh aparat kelurahan hingga RT untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan program sosial pemerintah.
“Bunda sudah bilang, jangan sampai ada lagi yang begini. Kita bantu warga yang memang berhak, bukan yang cuma numpang alamat,” ujarnya.
Program berobat gratis selama ini dikenal sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemkot Bandarlampung terhadap masyarakat menengah ke bawah. Namun Eva menekankan bahwa integritas aparat di lapangan sangat menentukan keberlanjutan dan ketepatan sasaran program tersebut. (*)
kesehatan gratis
bandar lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
